4 Fakta Juragan Durian Thailand yang Mengadakan Sayembara

4 Fakta Juragan Durian Thailand yang Mengadakan Sayembara

4 Fakta Juragan Durian Thailand yang Mengadakan Sayembara

4 Fakta Juragan Durian Thailand yang Mengadakan Sayembara

 

AGEN TOGEL ONLINE TERPERCAYA – Zaman sekarang, pasangan hidup bukan lagi hal yang bisa diatur seperti zamannya Siti Nurbaya dahulu. Ada banyak jalan yang ditempuh untuk mendapatkan calon istri atau suami, entah itu dari perkenalan secara langsung atau melalui media sosial, atau mungkin juga aplikasi online dating seperti Tinder, Tantan, dkk.

Namun, awal Maret lalu sebuah keluarga di Thailand ini nampaknya masih mempertahankan cara yang lebih jadul dengan mencarikan jodoh untuk anaknya. Yang mengejutkan, ada imbalan yang luar biasa besar bagi siapapun lelaki yang berhasil memikat hati sang putri. Ayah tersebut menjanjikan uang miliaran untuk si lelaki. Wah, sudah dapat pasangan, dapat uang dalam jumlah fantastis juga, enak banget kan.

Alasan ia nekat mencarikan jodoh untuk putrinya

AGEN LIVE CASINO – Adalah Anont Rotthong, ayah dari Kansita Rotthong yang mengadakan sayembara kepada lelaki dari berbagai penjuru Thailand yang mau melamar putrinya. Hanya dua alasan Anont melakukan hal tersebut, pertama ia merasa sudah tua untuk meneruskan bisnis duriannya, kedua, ia berpendapat bahwa putrinya sudah tua untuk bisa mencari jodoh sendiri. Padahal, umur Kansita masih 26 tahun, usia yang masih sangat muda dan sangat mungkin untuk mendapatkan jodoh di luar sana.

Walaupun begitu, Kansita juga tidak keberatan orangtuanya melakukan sayembara itu. Melalui facebook pribadinya dan koran lokal, sayembara tersebut membuat para jomblo di Negeri Gajah Putih bergerak cepat. Yaiyalah, dapat istri sekaligus uang miliaran, siapa yang enggak mau coba?

Total Hadiah yang diberikan oleh Anont

Meskipun kejadian ini telah berlalu, namun rasanya terlalu sayang untuk tidak dibahas ya, Sahabat Boombastis. Sayembara yang disyaratkan oleh Anont berisi “siapapun yang tahu cara membeli, memilih dan mendapatkan durian dari perkebunan bisa menikahi putri saya. Saya tak minta maskawin apapun.

Malah, saya akan memberikan uang sebesar 10 juta Baht (setara Rp6,2 miliar-red), sepuluh kendaraan, sebuah rumah, ditambah dua tempat penjualan durian.”, sesuai yang ia posting di facebook pribadinya. Wagelaseh, andaikan diriku adalah lelaki, maju paling depan saya pak~

Syarat untuk lelaki yang berani memasukkan lamaran

Putri Anont bukanlah sembarang perempuan. Ia merupakan lulusan S-1 Assumption University dengan IPK tinggi dan sudah menyelesaikan S-2 dari Sun Yat-sen University, di Cina. Secara akademik, Kansita bisa dijadikan istri idaman dan ibu berpendidikan nih. Maka dari itu, untuk putrinya, ia juga memberikan syarat bahwa lelaki tersebut haruslah orang baik-baik, tidak gemar berjudi, pekerja keras, dan pastinya mencintai Kansita lahir dan bathin. Bisa ditebak berapa jumlah yang datang melamar? 10 ribu lelaki, Sahabat Boombastis.

Jumlah tersebut membuat telepon genggam Pak Anont terus berdering dan kepalanya pusing. Karena itu ia kembali memberi syarat agar lelaki yang memang mau serius harus magang bekerja di kebun duriannya selama tiga bulan. Nanti yang paling bagus kinerjanya dialah yang dipilih. Lah, sambil menyelam minum air ini mah~

Sayembara yang akhirnya gagal dilaksanakan

Ibaratnya, sudah siap-siap mau jalan eh turun hujan deras. Begitulah perasaan para lelaki yang mengikuti sayembara oleh Anont ini. Awalnya memang serius mau mencari menantu, namun kemudian ia membatalkan apa yang sudah viral dan tersebar ke seluruh pelosok bahkan luar negeri. Melansir republika.co.id, akhirnya Anont mengatakan bahwa ia sudah membatalkan sayembara ini karena terlalu banyak orang yang datang menghubunginya.

Hal tersebut dinilai malah mengganggu dan membuatnya tidak bisa beristirahat. Bahkan, ada satu lamaran yang ia tolak langsung karena menurutnya paras si lelaki terlalu sempurna untuk putrinya. Duh pak, kalau gini kan malah bikin PHP deh, yekan?

AGEN BOLA TERPERCAYA – Kepada Bangkok Post, Kansita awalnya sudah setuju dengan saran ayahnya yang mencarikan jodoh sekaligus penerus usaha duriannya. Namun, karena terlalu banyak permintaan yang akhirnya juga membuat kewalahan keluarga, Kansita tak bisa berbuat apa-apa saat ayahnya memutuskan untuk menghentikan sayembara tersebut