5 Fakta Tersembunyi dari Industri Fashion, Bakal ubah Pemikiranmu

5 Fakta Tersembunyi dari Industri Fashion, Bakal ubah Pemikiranmu

5 Fakta Tersembunyi dari Industri Fashion, Bakal ubah Pemikiranmu

 

AGEN TOGEL ONLINE TERPERCAYA – Selama ini banyak orang ngerasa bangga saat pakai pakaian model terbaru dari brand ternama dan harga yang mungkin bombastis. Nah, rasa bangga itu mungkin akan sedikit berubah kalo lo tahu beberapa rahasia di balik industri fashion dunia yang semakin hari makin melejit. Ada hal yang selayaknya lo ketahui.

1. Fashion brand sengaja bikin lo selalu ngerasa ‘out of trend’.

\

AGEN LIVE CASINO – Nyadar nggak sih hampir tiap minggunya selalu ada tren baru. Ini adalah trik pemasaran. Para desainer selalu mencoba buat bikin look baru tiap minggunya biar lo selalu belanja. Lo dibuat seolah-olah lo udah kudet banget sehingga perlu beli baju baru lagi, lagi, dan lagi.

2. Diskon sebenernya nggak pernah ada.

Saat lo masuk ke toko karena lo ngeliat ada banyak diskon, tanpa sadar lo beli barang dengan kualitas buruk. Kok bisa? Biasanya outlet itu udah punya perjajian sama desainer. Dia akan memasang laber milik desainer tertentu tapi produksinya dilakukan di pabrik yang kualitasnya lebih rendah.

3. Ada zat berbahaya di pakaian lo.

Ada kemungkinan tinggi di mana ikat pinggang yang lo pakai itu udah terkontaminasi. Mungkin ada pestisida, zar karsinogen, dan zat kimia berbahaya lainnya. Dalam level yang udah parah, pakaian yang udah terkontaminasi ini bisa menyebabkan beberapa penyakit.

4. Ada banyak limbah tiap tahunnya karena industri fashion.

Nggak banyak yang nyadar sih kalo industri fashion juga menyumbang banyak limbah dan sampah. Tiap tahunnya ada kurang lebih 2 juta ton sampah yang numpuk dari industri ini masih ditambahlah lagi sama 2,1 juta ton CO2 dan 70 juta ton air terbuang.

5. Proses produksi banyak melibatkan pekerja anak-anak dan bahkan sampai pada slavery.

TARUHAN BOLA ONLINE – Sekitar 20-60 persen produksi garment melibatkan pekerja tidak resmi. Mereka bekerja dengan gaji minimal dan tuntutan kerja yang nggak manusiawi. Di beberapa negara bahkan ada yang mempekerjakan anak-anak di bawah umur dalam proses produksi.