Atta Halilintar Dikomentari Netizen Gara-gara Postingan Tentang Teroris Selandia Baru

Atta Halilintar Dikomentari Netizen Gara-gara Postingan Tentang Teroris Selandia Baru

Atta Halilintar Dikomentari Netizen Gara-gara Postingan Tentang Teroris Selandia Baru

TOGEL ONLINE TERPERCAYA – Akun Instagram Atta Halilintar baru-baru ini mendapatkan banyak banget komentar dari netizen. Nggak cuma masyarakat pada umumnya, namun juga para selebriti.

PREDIKSI TOGEL PALING JITU – Yap, Atta belum lama ini mengunggah foto dirinya yang sedang memegang pistol. Tujuan dari postingan itu sebenarnya adalah ingin mengunkapkan rasa simpati atas korban dari tragedi penembakan di Masjid di Selandia Baru.

Namun, netizen mempertanyakan, mengapa Atta harus mengunggah fotonya yang sambil memegang pistol.

Bahkan, banyak juga selebriti yang mengomentari postingan Atta itu. Kini, sudah ada sekitar 17 ribu komentar yang bersarang di unggahan Atta tersebut.

“SETAN BIADAB kau Brenton! Nangiss nonton videonya. Turut berduka cita untuk 49 orang yang dibunuh saat solat Jumat. MENEMBAK ada aturan ada tata caranya. Semoga korban-korban di hari Jumat di dalam masjid syahid. Pray For New Zealand. God Bless Indonesia,” tulisnya.

Alitt Susanto alias Alitt adalah salah satu orang yang mengomentari unggahan Atta tersebut. Ia seakan mempertanyakan caption Atta yang berbunyi, “Menembak ada aturan ada tata caranya.”

Begitu pula dengan David Beatt. Ia menyatakan kalau dirinya nggak setuju dengan apa yang dikatakan Atta dalam caption unggahannya. Sampai-sampai, David berharap kalau Instagram ada tombol dislike!

Sineas ternama Indonesia, Angga Sasongko, pun mengomentari panjang lebar unggahan Atta tersebut.

“Saya terbatas sekali mengomentari dan saya sangat menghormati free speech. Tapi rasanya postingan seperti ini dan dilakukan oleh orang yang punya pengaruh dan punya privilege hidup di Negara yang melarang peredaran senjata, penting untuk disikapi,” tulisnya.

“Atta, saya hampir lepas kontrol saat menulis ini. Tapi saya disadarkan bahwa pesan yang ingin saya tulis adalah; berhenti menyebarkan kebencian, putuskan siklus kekerasannya. Bila hal ini sulit kamu mengerti dengan kepala, setidaknya proses kata-kata itu dengan hati,” pungkas Angga. (*)