Gak Sopan, 8 Hal yang Tidak Boleh Kamu Lakukan Saat Berlibur ke Jepang

Gak Sopan, 8 Hal yang Tidak Boleh Kamu Lakukan Saat Berlibur ke Jepang

Gak Sopan, 8 Hal yang Tidak Boleh Kamu Lakukan Saat Berlibur ke Jepang

Jepang menjadi di antara negara kesayangan turis asal Indonesia guna berlibur. Meski jarak Indonesia dan Jepang cukup jauh, namun toh urusan ini tidak menyurutkan niat turis Indonesia guna berlibur ke Jepang. Ada banyak dalil kenapa Jepang menjadi negara kesayangan para turis selain sebab budayanya yang masih lumayan kental, pemandangan alam di Jepang juga enggak kalah cantik dari Indonesia.

Namun sama seperti seluruh negara beda di dunia, Jepang pun memiliki sejumlah peraturan yang mesti dipatuhi oleh seluruh orang termasuk semua turis. Nah untuk anda yang punya rencana liburan ke Jepang tahun ini, sebagai berikut 8 urusan yang tidak boleh anda lakukan sekitar berada di sana!

1. Tidak melepas sepatu ketika masuk ke dalam rumah

Salah satu aturan urgen saat masuk ke lokasi tinggal orang Jepang ialah kamu wajib mencungkil sepatu dan menggantinya dengan sandal rumah. Tenang aja, anda enggak butuh repot membawa sendal sendiri sebab semua lokasi tinggal di Jepang meluangkan sandal lokasi tinggal khusus guna tamu. Di samping rumah, kamu pun harus melepas sepatu ketika masuk ke kuil atau ryokan.

2. Membuat bentrokan di dalam transportasi umum

Berbeda dengan subway Korea Selatan yang tidak banyak berisik, subway dan transportasi umum di Jepang paling tenang. Sama seperti banyak sekali orang, penduduk Jepang mengerjakan banyak kegiatan di subway mulai dari membaca, memperhatikan musik, atau menyaksikan video. Tapi kegiatan tersebut dilaksanakan dengan memakai headphone sampai-sampai tidak mengganggu orang lain.

Sebaliknya, orang Jepang tidak pernah bicara atau menelepon seseorang lagipula sampai menerbitkan suara keras karena tersebut akan mengganggu penumpang lainnya. Kalaupun mereka mesti menelpon, mereka akan menggali gerbong yang sepi atau bila perlu turun di stasiun berikutnya. Jadi pastikan kamu pun melakukan urusan yang sama ketika berada di subway atau transportasi umum lainnya.

3. Memberikan tip di restoran

Normalnya semua pelayan bakal merasa senang ketika menerima tip dari pelanggan. Tapi tidak dengan semua pelayan yang terdapat di Jepang. Pelayan baik tersebut restoran, kafe, atau supir taksi di Jepang ditunaikan dengan jumlah yang lumayan besar, gaji tersebut sudah tergolong bayaran guna pelayanan mereka pada pelanggan.

Karena tersebut para pelayan tidak pernah bercita-cita mendapatkan uang ekstra dari pelanggan berupa tip. Bukannya senang, pelayan di Jepang malah akan merasa marah dan terhina andai ada pelanggan yang menyerahkan tip padanya.

Kalaupun anda merasa puas dengan pelayanan restoran, perkataan terima kasih disertai senyuman telah lebih dari cukup untuk mereka.

4. Makan dan minum seraya berjalan

Jika anda membeli santap dan minuman di Jepang, semua penjual akan tidak jarang kali meminta anda untuk menguras makanan atau minuman di sisi toko. Di Jepang, mencicipi makanan dan minuman seraya berjalan dianggap ialah perbuatan yang tidak sopan dan merepotkan.

Orang Jepang bakal selalu menggali tempat duduk atau sangat tidak berdiri diam sambil menguras makannya. Kalau kamu berangjangsana ke Jepang dan melakukan pembelian makanan di pinggir jalan, kamu dapat meniru apa yang orang Jepang lakukan. Terakhir sesudah makan, tidak boleh lupa melemparkan bungkus bekas makanan pada lokasi sampah yang telah disediakan ya!

5. Memblokir eskalator

Sebagai di antara negara yang sangat sibuk di dunia, eskalator yang terdapat di stasiun Jepang selalu sarat terutama pada jam-jam kerja. Kalau anda pergi ke sebuah tempat dan memakai eskalator, anda harus berdiri di sisi kiri eskalator.

Di Jepang, sisi kiri eskalator adalahtempat guna orang yang berdiri sementara sisi kanan dipakai untuk mereka yang sedang terburu-buru. Berdiri di sisi kanan melulu akan menghambat jalan orang beda yang sedang diburu waktu.

6. Mengambil potret tanpa izin

Beberapa lokasi terutama lokasi ibadah laksana kuil, seringkali melarang pengunjung untuk memungut foto. Karena tersebut ada baiknya sebelum memotret, anda meminta izin terlebih dahulu pada penjaga lokasi tersebut.

Hal yang sama pun berlaku saat anda memotret orang di jalanan, sebelum memotret pastikan mohon izin terlebih dulu. Memotret tanpa izin melulu akan menciptakan orang Jepang marah.

7. Melanggar etiket saat memakai sumpit

Sumpit menjadi barang yang tidak dapat dipisahkan dengan orang Jepang. Beda dengan orang Indonesia, orang Jepang santap menggunakan sumpit. Ngomong-ngomong mengenai sumpit, ada sejumlah aturan yang mesti anda patuhi.

Saat memakai sumpit, pastikan anda tidak menusuk makanan dengan sumpit atau menancapkan sumpit pada makanan. Sumpit dalam posisi tegak hanya dilaksanakan saat prosesi pemakaman dan dirasakan membawa nasib buruk. Kalau anda enggak dapat menggunakan sumpit, tidak boleh merasa fobia untuk meminta garpu sebagai ganti sumpit.

8. Menerima hadiah dengan satu tangan

Jika anda mengunjungi Jepang guna urusan bisnis, anda mungkin bakal menerima kartu nama dari teman bisnisnya. Meski itu melulu kartu nama, anda wajib menerimanya dengan kedua tangan lalu menunduk dan menyampaikan terima kasih.

Hal yang sama pun berlaku saat anda mendapatkan hadiah dari orang Jepang. Terima degan kedua tangan dan tidak saja satu tangan. Menggunakan satu tangan guna menerima sesuatu dirasakan sebagai urusan yang tidak sopan dan tidak menghargai si pemberi hadiah.

Perhatikan delapan urusan ini ya saat liburan ke Jepang!

ROKET4D | AGEN TOGEL ONLINE TERPERCAYA | AGEN LIVE CASINO | TARUHAN BOLA ONLINE | CASINO ONLINE | SABUNG AYAM | SLOT GAME ONLINE | TANGKASNET | AGEN BOLA TERPERCAYA