Mengapa Kita Merasa Seakan Terjatuh Saat Tidur?

Mengapa Kita Merasa Seakan Terjatuh Saat Tidur?

Mengapa Kita Merasa Seakan Terjatuh Saat Tidur?

AGEN TOGEL ONLINE TERPERCAYA – Tidur, sudah pasti jadi kegiatan rutin yang wajib dijalani oleh manusia. Ya, setelah lelah mengerjakan sesuatu hal, pasti rasanya tubuh kita ingin merasakan istirahat. Tapi, disaat kita lagi capek-capeknya, sampai akhirnya tertidur, namun kemudian menuju fase menyenangkan dalam tidur, yaitu tidur lelap.

Namun, apalah daya, kita harus terbangun dan merasa seperti terjatuh. Padahal, sebenarnya kita berada dalam kondisi tidur, dan kenapa juga masih bisa ngerasain seperti ‘jatuh’ padahal kan lagi tidur? Apa yang terjadi? Apakah ini sebuah penyakit yang mengerikan?

Hypnic Jerk: Bukan Jatuh Beneran!

Hampir seluruh manusia pasti merasakan sensasi ini. Saat sedang tidur dengan mantapnya, namun ditengah-tengah fase menuju terlelap, kita merasa seperti terjatuh dari pohon. Tak jarang kita pun akhirnya terbangun gara-gara ini, dan harus bersusah-susah untuk mengulang tidur. Namun, fenomena ini bukan seperti penyakit yang mengerikan kok! Tenang, kejadian kaya gini ternyata cukup wajar terjadi, dan kalau mau disebut bahasa kerennya adalah hypnic jerk. Hem.. tapi apa itu hypnic jerk sebenarnya?

Merasa sakitnya sama seperti terjatuh, namun setelah disadari kita tidak terjatuh beneran. Hanya saja merasakan sensasinya. Siapa yang pernah merasa seperti ini?
Merasa sakitnya sama seperti terjatuh, namun setelah disadari kita tidak terjatuh beneran. Hanya saja merasakan sensasinya. Siapa yang pernah merasa seperti ini?

Pendeknya, hypnic jerk itu adalah sebuah sensasi seperti terjatuh ketika sedang tertidur. Yang namanya jatuh pasti rasanya ngga enak, bikin kita ngga nyaman kecuali jatuh cinta hehehe.. Oke terus, hal ini biasanya terjadi disaat manusia ingin tertidur lelap. Namun, tak jarang kita pun terkaget-kaget dan secara refleks langsung bangun dari tidur kita. Bisa dibilang hypnic jerk ini seperti reaksi dari tubuh kita untuk tetap menjaga keseimbangan walaupun kita pun tertidur. Tapi, kenapa hal ini bisa terjadi?

Lagi Tidur asik-asik, Tapi bisa merasa jatuh dari pohon!

Kalau ngerasa hypnic jerk, sama aja ngerasain tidur seperti koala, tapi sayangnya harus terjatuh dari pohon. Memang bukan ahlinya!
Kalau ngerasa hypnic jerk, sama aja ngerasain tidur seperti koala, tapi sayangnya harus terjatuh dari pohon. Memang bukan ahlinya!

Ngga mungkin kan kalau segala sesuatu terjadi tiba-tiba, pasti ada penyebabnya. Peristiwa hypnic jerk bisa terjadi karena kita tidurnya ngga bener. Nah, maksudnya gimana tuh? Jadi ngga benernya itu, kaya posisi tidurnya ditempat yang sempit, rawan buat jatuh seperti tidur di pohon. Tapi ngga cuma itu aja sebenernya, sensasi ‘jatuh’ bisa terjadi karena minum banyak zat kafein, atau kitanya stres, banyak pikiran. Entah mikirin utang sama bang bakso yang ngga ada ujungnya, atau mikirin si dia yang ngga bales-bales pesan kalian..

Nyatanya, dalam tidur pun ngga bisa berlari dari kenyataan. Mikirin utang tak ujung usai, atau mikirin hal lainnya yang bikin kepala pusing. Bisa bikin kita ngerasain terjatuh juga. Dalam sadar sudah terjatuh, bahkan pas tidur pun juga. Kasian!
Nyatanya, dalam tidur pun ngga bisa berlari dari kenyataan. Mikirin utang tak ujung usai, atau mikirin hal lainnya yang bikin kepala pusing. Bisa bikin kita ngerasain terjatuh juga. Dalam sadar sudah terjatuh, bahkan pas tidur pun juga. Kasian!

Ternyata, sisi psikologis juga bisa ngebawa kita kedalam sensasi hypnic jerk ini lebih spontan. Pendeknya, hal kaya gini bisa terjadi karena belum semua bagian otak kita tidur, ada juga yang aktif. Gerakan refleks hypnic jerk ini bisa dibilang sebagai refleks spontan secara motorik gitu. Jadi, badan kita bisa merasakan jatuh walaupun kita dalam posisi ‘nyaris’ tertidur pulas. Ngga enak banget sih ya? Lama-lama bisa menganggu juga.

Masih Ngomongin Hypnic Jerk

Saraf di otak kita ada yang bertugas seperti tombol lampu yang bisa nyala, atau sebaliknya. Nah, karena sistem kaya gini bikin kita bisa ngerasain hypnic jerk
Saraf di otak kita ada yang bertugas seperti tombol lampu yang bisa nyala, atau sebaliknya. Nah, karena sistem kaya gini bikin kita bisa ngerasain hypnic jerk

Satu teori mengatakan kalau hypnic jerk terjadi karena otak kita sedang diperebutkan oleh dua sistem saraf. Faktanya, rasa bangun kita itu tak dikontrol oleh satu sistem saraf saja, ibarat tombol lampu di rumah kita. Pendeknya, di dalam otak kita terdapat saraf ventrolateral preoptic nucleus atau VLPO yang bertugas mengatur rasa kantuk kita dan ada pula saraf Reticuler Activating System yang bertugas mengatur rasa bangun kita.

Pas kita mau tidur pun ada sistem yang ngatur kapan harus tidur, dan kapan pula harus bangun.. Seperti palang kereta otomatis yang ngatur kalau kereta lewat atau nggak..
Pas kita mau tidur pun ada sistem yang ngatur kapan harus tidur, dan kapan pula harus bangun.. Seperti palang kereta otomatis yang ngatur kalau kereta lewat atau nggak..

Kedua sistem saraf ini saling tarik menarik, untuk mengontrol rasa kantuk dan bangun kita. Kemudian, saat saraf VLPO berusaha menidurkan kita, kadangkala sistem saraf Reticuler Activating System belum sepenuhnya ter-non-aktifkan. Kadangkala ia sedikit aktif kembali, sehingga menyebabkan kita terbangun dengan rasa seperti mau jatuh… Daaan terjadilah fenomena hypnic jerk ini. Yang kadang-kadang memang bikin kita jantungan. Apalagi kalau lagi tidur dalam keadaan yang ramai, reaksi kaya gini bikin orang-orang ikut jantungan!

Memang siapa yang tidak suka tertidur ketika ada angin sepoi-sepoi, bisa tertidur dimana saja dan kapan saja. Termasuk di pohon. Cuma karena otak kita canggih punya gerakan refleks ini ternyata konon katanya kebawa sampai sekarang..
Memang siapa yang tidak suka tertidur ketika ada angin sepoi-sepoi, bisa tertidur dimana saja dan kapan saja. Termasuk di pohon. Cuma karena otak kita canggih punya gerakan refleks ini ternyata konon katanya kebawa sampai sekarang..

Namun ada pula teori lain yang mengatakan kalau hypnic jerk terjadi karena refleks masa lalu kita sebagai manusia purba. Menurut teori ini, saat menjadi manusia purba, kita terbiasa tidur di atas pohon dan harus menjaga diri agar tidak terjatuh. Saat posisi tidur kita tidak tepat atau mau terjatuh, otot kita saat itu langsung refleks menimbulkan rasa jatuh, sehingga kita jadi terbangun. Refleks seakan terjatuh ini, terus diwariskan kepada kita hingga kini. Semacam memberikan warisan begitu ya?

Fiuh.. untung bisa refleks kaya tarzan gitu, kalau enggak bisa remuk-remuk nih badan!
Fiuh.. untung bisa refleks kaya tarzan gitu, kalau enggak bisa remuk-remuk nih badan!

CASINO ONLINE – Hemm… rupanya begitu ya. Setelah membaca tulisan ini, ngga akan membuat kalian buat nekat tiduran diatas pohon, karena itu berbahaya! Kecuali tidurnya dipohon toge, tapi sayangnya ngga muat untuk kalian. Mulai sekarang carilah tempat tidur yang nyaman supaya kalian ngga benar-benar jatuh saat lagi tertidur. Sakit tau!