Menurut Pakar, Ini Penyebab Utama Anda Sulit Merasa Bahagia

Menurut Pakar, Ini Penyebab Utama Anda Sulit Merasa Bahagia

Menurut Pakar, Ini Penyebab Utama Anda Sulit Merasa Bahagia

TOGEL ONLINE TERPERCAYA – Setiap orang tentu ingin menjalani hidup bahagia dan merasa senang setiap saat. Namun, obsesi terhadap kebahagiaan justru membuat Anda sulit merasa bahagia. Mengapa?

CASINO ONLINE – Menurut hasil riset dalam jurnal Emotion, terlalu fokus mencapai kebahagiaan justru membuat Anda semakin stres, terutama  ketika menghadapi kegagalan. “Kebahagiaan adalah hal yang baik, tetapi jika Anda menjadikannya sebagai sesuatu yang harus dicapai justru membuat Anda sulit untuk mencapainya,” ujar Brock Bastian, seorang psikolog sosial di University of Melbourne School of Psychological Sciences di Australia kepada TIMEYup, tak baik jika Anda terobsesi terhadap sesuatu, termasuk kebahagiaan.

“Saat seseorang menekankan dirinya—atau diminta oleh orang di sekitarnya—untuk merasa bahagia, maka dirinya justru akan terbawa dalam emosi negatif dan mengalami sinyal kegagalan. Hal inilah yang membuat seseorang merasa tidak bahagia,” lanjut Bastian. Dirinya juga menekankan, daripada fokus kepada pentingnya merasa bahagia, akan lebih baik jika Anda menerima bahwa merasa tak bahagia terkadang adalah hal yang normal dan wajar.

“Jika kita selalu menolak emosi negatif atau pengalaman pahit, bahayanya adalah ketika kita mengalaminya, kita akan meresponnya dengan cara yang salah,” ujar Bastian. Seperti yang telah disebutkan juga sebelumnya, jika terlalu fokus mencapai kebahagiaan, kegagalan yang mungkin terjadi justru akan membuat Anda merasa stres dan sangat terpuruk.

Nyatanya, riset juga menemukan bahwa mengalami emosi negatif terkadang justru meningkatkan rasa bahagia Anda.  Bastian juga mengungkapkan bahwa kegagalan dapat memberikan pelajaran berharga bagi kehidupan seseorang. “Kegagalan adalah kritik yang membangun dan inovasi. Setiap organisasi kesuksesan memahami bahwa kegagalan adalah bagian dari kesuksesan, sehingga kita membutuhkannya.”

Seperti di film animasi pemenang Oscar, Inside Out, emosi penggerak rasa bahagia tak bisa berdiri sendirian. Kebahagiaan akan terasa lengkap jika emosi sedih, marah, hingga kecewa dapat bekerja pada porsinya.