Sebelum Digelar, Munas IESPA Sempat Mendapatkan Penolakan oleh Empat Pengurus Daerah

Sebelum Digelar, Munas IESPA Sempat Mendapatkan Penolakan oleh Empat Pengurus Daerah

Sebelum Digelar, Munas IESPA Sempat Mendapatkan Penolakan oleh Empat Pengurus Daerah

Sebelum Digelar, Munas IESPA Sempat Mendapatkan Penolakan oleh Empat Pengurus Daerah

 

CASINO ONLINE – Asosiasi Olahraga Elektronik Indonesia atau Indonesia Esports Association atau IESPA baru saja usai menggelar musyawarah nasional (munas) dan rakernas pada akhir pekan lalu di Surabaya.

Dari munas tersebut, didapatkan hasil bahwa Eddy Lim selaku Ketua Umum IESPA saat ini, terpilih lagi untuk kembali menjabat selama periode 2019-2024 mendatang.

Meski berjalan dengan lancar, namun di balik ini semua ternyata terdapat penolakan terhadap munas oleh empat orang pengurus IESPA daerah.

Dilansir dari situs AnalisaMimpi , keempat pengurus IESPA daerah tersebut diantaranya adalah Rinaldi selaku Ketua IESPA Pengprov Riau, Jerry Andika W selaku Ketua IESPA Pengprov Sumatera Utara, N. Dimas Nugraga Widiutomo selaku Ketua IESPA Pengprov Jawa Tengah, dan Gustaf Halim Al Farobi selaku Ketua IESPA Pengprov Bali.

Sumber: AnalisaMimpi

Keempat pengurus IESPA daerah ini masing-masing memberikan surat pernyataannya menolak munas yang diadakan oleh IESPA. Ada empat faktor yang menjadi dasar penolakan, yang sudah ditandatangani oleh keempat pengurus bersangkutan lengkap dengan materai

  • Tidak sesuai dengan ART IESPA, Bab IV tentang PENGELOLAAN ayat 5 (lima) poin b dan c (diduga dihilangkan sepihak) menyangkut KEPESERTAAN MUNAS.
  • Undangan kepesertaan Munas yang dibuat pada tanggal 16 Maret di Jakarta, disampaikan kepada Pengprov pada tanggal 17 Maret 2019 lewat grup Whatsapp.
  • AD/ART yang menjadi landasan MUNAS, berbeda dengan AD/ART yang digunakan oleh Pengurus Provinsi IeSPA di Indonesia yang didaftarkan di masing-masing struktur FORMI tingkat provinsi.
  • Munas tidak dihadiri oleh Anggota Luar Biasa yang terdiri dari Individu, Perwakilan Organisasi, Komunitas, atau Pemangku kepentingan lain yang memiliki visi dan misi yang sama dan ikut berperan serta dalam memajukan dalam olahraga elektronik Indonesia (bab IV Pasal 14 IESPA).
Sumber: AnalisaMimpi

“Sampai catatan ini kami buat, kami tidak mengikuti apakah Munas berlanjut atau tidak,” ujar Rinaldi kepada Gagasan Riau.

Melalui Facebook, Gustaf Halim Alfarobi juga memberikan pernyataannya.

“Kami di sini merasa banyak sekali kejanggalan demi kejanggalan yang terjadi, kami tidak ada keinginan dan kepentingan secara pribadi atas terjadinya MUNAS ini.”

“Yang kami ingin perjuangkan adalah cara mengelola organisasi yang baik dan benar, serta transparan. IESPA adalah organisasi besar yang wajib kita jaga dan kawal bersama, dan jangan jadikan IESPA organisasi yang lemah dan penuh celah.” tambahnya.

Hingga artikel ini diterbitkan, IESPA masih belum memberikan pernyataan apapun terkait penolakan yang dilakukan oleh keempat pengurus IESPA daerah tersebut.