Semakin Panas, Ini 6 Bahaya Serius Meningkatnya Suhu Lautan di Bumi

Semakin Panas, Ini 6 Bahaya Serius Meningkatnya Suhu Lautan di Bumi

Semakin Panas, Ini 6 Bahaya Serius Meningkatnya Suhu Lautan di Bumi

AGEN TOGEL ONLINE TERPERCAYA – Ketika berbicara tentang pemanasan global, kita selalu fokus pada meningkatnya suhu udara di sekeliling. Itu tidak sepenuhnya salah. Namun, para peneliti justru menganggap lautan sebagai termometer bumi paling akurat. Dan ternyata lautan terus mengalami peningkatan suhu seiring waktu berjalan.

National Geographic mengabarkan bahwa lautan berada pada temperatur terpanasnya pada tahun 2018 lalu. Lautan di bumi telah menyerap lebih dari 90 persen panas gas rumah kaca yang kita hasilkan. Panas yang terserap oleh lautan akan terus terperangkap hingga ratusan, bahkan ribuan tahun ke depan.

Bila tidak segera mengambil tindakan, suhu lautan akan terus meningkat dan berdampak buruk pada bumi. Apa saja bahaya yang ditimbulkan? Berikut beberapa di antaranya yang sangat serius!

1. Permukaan laut naik

Pada tahun 2018, seluruh wilayah permukaan laut hingga kedalaman 6500 kaki (1981 meter) mengalami peningkatan suhu lebih dari sepersepuluh derajat Celcius. Permukaan laut mengalami kenaikan hingga seperdelapan inci karenanya.

Meskipun terkesan sedikit, peningkatan suhu ini terus bertambah secara konstan seiring waktu berjalan. Naiknya permukaan laut akan mengikis garis pantai, mengancam infrastruktur di area tersebut, dan mencemari air tawar dengan air asin. Kota-kota dengan elevasi rendah akan tergenang, dan lama-kelamaan tenggelam.

2. Es di kutub lebih cepat mencair

Saat ini, es di kutub selatan mencair enam kali lebih cepat dari yang terjadi pada tahun 1980. Hal ini disebabkan salah satunya oleh air laut hangat yang bertemu dengan es kutub. Air laut yang hangat dan asin dengan cepat melelehkan bongkahan es dan mengurangi penopang gletser, sehingga memungkinkan air mengalir lebih cepat.

3. Biota laut terancam

Air laut yang hangat membawa lebih sedikit oksigen. Hal ini sangat berbahaya bagi biota laut, mulai dari plankton hingga paus. Ikan juga menjadi lebih sering terdampar dan terperangkap jaring karena mereka menghindari area kedalaman dan naik ke permukaan untuk mendapatkan oksigen.

4. Aktivitas perikanan terganggu

Ketika habitat terlalu hangat, ikan akan bergerak mendekati kutub, atau ke tempat-tempat yang tidak pernah mereka kunjungi sebelumnya. Ikan bisa jadi melakukan migrasi besar-besaran, dan tentunya akan mengganggu aktivitas perikanan para nelayan.

5. Terumbu karang menjadi semakin rusak

Karang akan sekarat dan mati karena sumber makanan utamanya, alga, meninggalkan karang karena stres panas. Hal ini akan membuat karang mengalami ‘pemutihan’, di mana mereka kehilangan warna. Karang akan kelaparan dan mati. Ini akan memengaruhi begitu banyak spesies yang hidup di terumbu karang.

6. Lebih banyak bencana terjadi di daratan

TARUHAN BOLA ONLINE – Hujan menjadi lebih lebat karena air laut lebih banyak menguap ketika temperatur meningkat, memberikan lebih banyak kelembapan di atmosfer. Banjir dan tanah longsor akan terjadi di mana-mana.

Angin topan dan badai menjadi lebih berbahaya karena meningkatnya kelembapan di udara. Selain itu, gelombang air laut juga akan lebih kuat dan tinggi.

Emisi gas rumah kaca saat ini memang belum berada pada tahap yang akan menempatkan peradaban manusia pada bencana besar, tetapi bila kita tidak segera melakukan tindakan pencegahan, bencana akan terjadi lebih cepat dari dugaan kita.

Masih belum terlambat, kok, untuk menyelamatkan bumi. Kamu bisa mulai dari diri sendiri dengan hal-hal kecil seperti menghemat energi, mengurangi polusi udara, dan menjaga lingkungan.