Tokyo Menyiapkan Hidangan Burger Emas Jumbo Untuk Kaisar Baru

Tokyo Menyiapkan Hidangan Burger Emas Jumbo Untuk Kaisar Baru

Tokyo Menyiapkan Hidangan Burger Emas Jumbo Untuk Kaisar Baru

 

Tokyo Menyiapkan Hidangan Burger Emas Jumbo Untuk Kaisar Baru

 

AGEN LIVE CASINO – Jepang akan mempunyai kaisar baru sesudah Kaisar Akihito turun takhta pada Selasa (30/4). Akihito memberikan kekuasaannya untuk sang anak, Putra Mahkota Naruhito.

Menyambut kaisar baru Naruhito, suatu restoran di Tokyo menyiapkan burger raksasa berbahan emas senilai 100 ribu yen atau nyaris Rp13 juta.

Burger ukuran jumbo ini diciptakan oleh The Oak Door, restoran steak yang terletak di wilayah Roppongi, Tokyo. Burger ini terdiri dari lapisan patty besar, daging sapi wagyu premium, foie fras, dan truffle hitam, lalu dijepit oleh roti emas.

Ukuran burger raksasa ini melebihi ukuran bola kaki. Jika burger biasa bisa digenggam, burger satu ini mempunyai diameter 25 cm dan tinggi 15 cm dengan berat total 3 kg.

Image result for BURGER EMAS RAKSASA

TARUHAN BOLA ONLINE – Ada 1 kg patty daging sapi, selada, tomat, bawang bombai, keju cheddar, irisan daging sapi Wagyu, foie gras, truffle hitam, roti emas, dan roti kentang goreng dengan ukuran lebih banyak tiga kali lipat dari biasanya,” pemaparan The Oak Door dalam website resmi mereka.

Burger ini adalahkreasi dari koki Patrick Shimada. Emas dipilih sebab dekat dengan nilai tradisional Jepang.

“Sebagai orang Jepang generasi keempat, saya merasa terhormat menonton perubahan era kekaisaran Jepang. Saya memiliki gagasan burger emas raksasa ini sebagai kontribusi sekali seumur hidup ini,” ucap Shimada, dilansir dari Economic Times.

Burger ini disebut akan memanjakan masyarakat Jepang yang sedang dalam suka cita merakan era Imperial baru, Reiwa sampai Juni mendatang. Di samping burger emas raksasa ini, The Oak Door pun menyediakan burger emas ukuran reguler dengan harga 20 ribu yen atau menjangkau Rp2,5 juta.

CASINO ONLINE – Jepang akan menyambut datangnya era baru yaitu Reiwa sesudah kaisar Akihito turun takhta digantikan oleh Naruhito. Istilah Reiwa terinspirasi dari koleksi puisi Manyoshu dari abad ke delapan.